Tuesday, 29 March 2016
Maafkan..Apa Salahnya Oleh Zainol Abi
Yang jiwanya aku nanahkan
semoga pulih
Yang hatinya aku robekkan
semoga sembuh
Yang perasaannya aku calarkan
semoga sabar
Yang raganya aku siatkan
semoga tabah
Yang terluka-maafkan
Yang berdarah-ikhlaskan
Yang kecewa-ampunkan
Yang berdendam-lupakan
Kalau ada sedikit kehitaman
apa salah diputihkan
Kalau ada sedikit kekotoran
apa salah dibersihkan
Kalau ada sedikit kekeruhan
apa salah dijernihkan
Kalau ada sedikit kesilapan
apa salahnya diperbetulkan
Kerana kita bukan malaikat
dan kita juga bukan syaitan
kita adalah insan yang berihsan
punya iktikad dan semangat
bermaruah menuju akhir perhentian
ke puncak kesucian.
Zainol Abi
Tuesday, 12 January 2016
Ini Nasi Yang Ku Suap oleh Masuri S.N
Ini nasi yang kusuap
pernah sekali menjadi padi harap
melentok dipuput angin pokoknya kerap
tenang berisi tunduk menatap
pernah sekali menjadi padi harap
melentok dipuput angin pokoknya kerap
tenang berisi tunduk menatap
Ini butir nasi yang kukunyah
sedang kutelan melalui tekak basah
jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir
sedang kutelan melalui tekak basah
jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir
Angin kencang mentari khatulistiwa
membakar raga petani di sawah
panas hujan dan tenaga masuk kira
dan nasi yang kusuap campuran dari manusia
membakar raga petani di sawah
panas hujan dan tenaga masuk kira
dan nasi yang kusuap campuran dari manusia
Ini budi yang kusambut
pemberian lumrah beranting dan bertaut
ini nasi hasil dari — kerja
kembali pada siapa yang patut menerima
pemberian lumrah beranting dan bertaut
ini nasi hasil dari — kerja
kembali pada siapa yang patut menerima
Jadi yang kumakan bukan berasal dari nasi
tapi peluh, darah, dalam isi mengalir pasti
jadi kutelan bukan berasal dari padi
tapi dari urat dari nadi seluruh pak tani
tapi peluh, darah, dalam isi mengalir pasti
jadi kutelan bukan berasal dari padi
tapi dari urat dari nadi seluruh pak tani
Masuri S.N
Monday, 11 January 2016
Senja oleh Othman Bin Suhot
Itu sudah menjadi satu kebiasaan
Kau datang bertamu,
Sebentar lagi, kau akan pergi lagi
Meninggallkan aku sepi
Biarkan saje aku kesendirian
Senja...
Ketahuilah, saat kau menjelma
Aku suka memandang langit biru,
Melihat sicamar pulang petang,
Melayang-melayang sayap-sayapnye
Menuju ke destinasi, yang aku sendiri tak pasti, ke mana arah nye
Dan saat senja bertandang juga
Tempat para-para penyair,
bersandar segala sastrawi, mengungkap madah bersyair
Keindahan engkau- senja
Tapi engkau tetap indah yang nyata senja...
Othman Bin Suhot