Monday, 19 January 2015

Bayang oleh Zainol Abi

Tanpa diundang
Kau datang mengencang
Pintu hatiku tergenggang
Masih terasa siatnya
Masih teruja bisanya
Masih terbuka lukanya
Penangan sepak terajangmu
Di atas
Di bawah
Di kiri
Di kanan
Di depan
Di belakang
Kata kata misteri canggung terngiang
Di kelopak mata bergenang
Di pelupuk jiwa bergoncang
Fikiran jauh melayang
Menerawang
Imbasan igauan dikenang
Masihkah diri ini dibuang
Jauh ke dlm jurang 
Tanpa ada yg peduli mengenang
Setiap langkah dilejang
Dibayangi bebayang cenggang

Zainol Abi

Monday, 5 January 2015

Kekupu Malam oleh Zainol Abi

Semalam..
mereka merangkak keluar 
dari kepompong fitrah
maruah diperagakan
lelongan termurah
baht demi baht diselit
bertukar tangan 
bersulang keseronokan
Aroma jantan menerawang
di balik langkah kepit sumbang 
lantunan suara adam
menyilangi arus alam
akibat salah hormon disuntik
asal kejadian digadai diusik
lentiknya...geleknya
kalahkan itik
cantik?
entah..aku semakin pelik
mataku dibius asyiikk
senyum ghairah tak lokek
lembut santun melirik
lenggang lenggok si 'adik-adik'..
Sayang sekali
andai dapat kau selami
kau kan mengerti fitrah Ilahi
malang sekali
takdir hikayatmu begini
kau lemas dalam lautan cetek
berombakkan ilusi..
Krabi-fantasi bersulam realiti
Ka pun kap-mengakrabi jalan berduri

Zainol Abi

Thursday, 1 January 2015

Yang Dicari oleh Patimah Jaludin

Begitu lama ku harapkan
sekian lama ku nantikan

Nun! Di padang pasir yang luas terbentang
ku lihat wajahmu begitu syahdu
kau sepertinya mencari sesuatu
di tengah Arafah yang luas itu.

Kau seperti kehilangan
sesuatu yang ada di dalam benakmu
matamu tepat menuju ke Jabar Rahmah
seperti ada yang bermain di ruang matamu.

Lalu kau berdoa dan tafakur
di bukit sejarah itu
di tempat Adam dan Hawa dipertemu
begitu jugalah harapanmu
agar dapat dipertemukan jua
dengan insan yang terpisah denganmu
sekian lamanya.

Tapi, riak wajahmu tanda kecewa
yang kau nanti tak kunjung tiba
namun kau tidak putus asa

kau masih juga mahu berkunjung ke sana.

Patimah Jaludin