Tuesday, 16 September 2014
Awas Wahai Teman oleh Fadilah Abdul Malik
Awas wahai teman
Mitra sangkaanmu rupanya haiwan
Semanis madu bicaranya di depan
Walhal di belakang dirimu dihujani cacian
Awas wahai teman
Tingkahnya ibarat malaikat
Hakikatnya terselindung seribu muslihat
Berwaspada sebelum terjerat
Insya allah dirimu selamat
Awas wahai teman
Usah terpukau dek ukiran senyuman
Dialah syaitan berhijab insan
Parasit dunia ciptaan Tuhan
Awas wahai teman
Kononnya hadir untuk membantu
Hakikatnya dialah seteru
Menanti detik kejatuhanmu
Awas wahai teman
segera mengatur langkah waspada
Kepada Azza Wa Jalla kita menadah doa
Agar dilindungi dari kejahatan manusia
Fadilah Abdul Malik
Mitra sangkaanmu rupanya haiwan
Semanis madu bicaranya di depan
Walhal di belakang dirimu dihujani cacian
Awas wahai teman
Tingkahnya ibarat malaikat
Hakikatnya terselindung seribu muslihat
Berwaspada sebelum terjerat
Insya allah dirimu selamat
Awas wahai teman
Usah terpukau dek ukiran senyuman
Dialah syaitan berhijab insan
Parasit dunia ciptaan Tuhan
Awas wahai teman
Kononnya hadir untuk membantu
Hakikatnya dialah seteru
Menanti detik kejatuhanmu
Awas wahai teman
segera mengatur langkah waspada
Kepada Azza Wa Jalla kita menadah doa
Agar dilindungi dari kejahatan manusia
Fadilah Abdul Malik
Sunday, 31 August 2014
Perhentian Bas oleh Nurul Arini Junaidi
Hmmm...
Tunggu,tunggu
Pandang
Tunggu,tunggu
Pandang
Pandang,pandang
Hmmmm...
Tunggu,tunggu
Hmmmm...
Pandang pandang
Jam
Jam tangan
Tangan pendek, tangan panjang
Sesaat
Seminit
Se.....
Jam?!
Hmmmm
Tunggu,tunggu
Pandang,pandang
Kanan-kanan, kiri-kiri
Kiri-kanan, kiri-kanan
Ketak-ketuk
Ketak-ketuk-tuk-tik-tut
MAAF SAYA LAMBAT!
Hmmmm
Datang
Datang,ia datang
Sanggup
Meng-hmmmm-hmmmm
Menunggu-nunggu
Terpandang-pandang
Mengetak-ngetuk-tuk-tik-tut
Nurul Arini Junaidi
*Pak Abdul Ghafar Ibrahim dan gaya puisinya adalah inspirasi disebalik puisi ini
Tunggu,tunggu
Pandang
Tunggu,tunggu
Pandang
Pandang,pandang
Hmmmm...
Tunggu,tunggu
Hmmmm...
Pandang pandang
Jam
Jam tangan
Tangan pendek, tangan panjang
Sesaat
Seminit
Se.....
Jam?!
Hmmmm
Tunggu,tunggu
Pandang,pandang
Kanan-kanan, kiri-kiri
Kiri-kanan, kiri-kanan
Ketak-ketuk
Ketak-ketuk-tuk-tik-tut
MAAF SAYA LAMBAT!
Hmmmm
Datang
Datang,ia datang
Sanggup
Meng-hmmmm-hmmmm
Menunggu-nunggu
Terpandang-pandang
Mengetak-ngetuk-tuk-tik-tut
Nurul Arini Junaidi
*Pak Abdul Ghafar Ibrahim dan gaya puisinya adalah inspirasi disebalik puisi ini
Sunday, 25 May 2014
Riak oleh Nur'Lelah Asfee
Hatiku yang berlumut riak
Kian jauh terpencil
dari bumi dan bintang Illahi
sehingga aku tiba di sini
Kau sinarkan kata-kata
yang mudah tapi indah
yang benar tapi tak pernah terasa
Aku mula merasakan bibitan cinta
dalam hati yang tidak pernah
aku terokai
aku takut dengan perasaan ini
Semakin lama ucapanmu
menjadi sandaran
kepada semua kelakuanku
Aku terpaku dengan panggilanmu
Aku terpanggil dengan kejujuranmu
Aku jujur dengan perasaanku
Kini bumi dan bintang Illahi
membuka hijab yang menyelumuti
hatiku yang riak ini kerana
kata-katamu dapat menembusi
segala kehitaman dalam diri
Nur'lelah Asfee
Kian jauh terpencil
dari bumi dan bintang Illahi
sehingga aku tiba di sini
Kau sinarkan kata-kata
yang mudah tapi indah
yang benar tapi tak pernah terasa
Aku mula merasakan bibitan cinta
dalam hati yang tidak pernah
aku terokai
aku takut dengan perasaan ini
Semakin lama ucapanmu
menjadi sandaran
kepada semua kelakuanku
Aku terpaku dengan panggilanmu
Aku terpanggil dengan kejujuranmu
Aku jujur dengan perasaanku
Kini bumi dan bintang Illahi
membuka hijab yang menyelumuti
hatiku yang riak ini kerana
kata-katamu dapat menembusi
segala kehitaman dalam diri
Nur'lelah Asfee