Saturday, 18 May 2013
...Dan Pantas Ku Bilang Di Saat Ini Aku Tak Bisa Percaya Mereka, Anak-anakku... oleh Muhd Andi Mohd Zulkepli
5:47 pm
Anak-anakku
,
Dan Pantas Ku Bilang Di Saat Ini Aku Tak Bisa Percaya Mereka
,
Muhd Andi Mohd Zulkepli
,
Puisi
,
Sajak
,
Singapura
0 comments
Anak-anakku,
di masa depan nanti
jangan sekali-kali kau percaya pada pemimpin kita lagi
kerana sepanjang zaman mereka telah memungkiri janji
bahawa kononnya mereka berjuang untuk kita
tapi ternyata, anak-anakku
mereka berbohong dengan segala macam justifikasi
atas nama semuanya salah takdir, kudrat, kita, engkau dan aku
dan tidak pernah di pihak mereka yang bersalah!
karena kau harus tahu anak-anakku,
bahawa permainan politik mereka terlalu jijik dan memualkan
dan permainan politik mereka pun takkan pernah memenangkan hak massa
kecuali dijadikan bahan umpan sewaktu musim mengundi
dan cukup masa,
baik di waktu sorak menang maupun esak kalah
mereka kan kembali tak peduli
mereka kan kembali tak peduli, anak-anakku!
dan mereka kan kembali tak peduli, anak-anakku!
karena sudah ku bilang, betapa jijik percaturan permainan mereka hai anak-anakku!
dan di suatu masa nanti,
kau kan mengerti
mengapa aku bilang di saat ini
aku takkan pernah percaya adanya pemimpin berjiwa rakyat di kalangan mereka lagi!
tidak untuk sangat ini!
karena harus kau pahami, hai anak-anakku
di saat terbukanya pintu gerbang kekuasaan yang terkangkang luas
di saat itu kebebasan dijarah
darah dihisap
hingga kencing diperah
supaya kau tak bisa hidup seperti manusia lagi
layaknya hanya umpama robot yang hanya akur kepada program yang telah ditetapkan
dan menunggu masa sehingga suismu meletup
dan akhirnya kau dan aku, anak-anakku
kan dihumban tanpa apa-apa rasa dan arti.
Muhd Andi Mohd Zulkepli
Tuesday, 14 May 2013
Nilai Sejarah...Sejarah Yang Terkesamping oleh Muhd Andi Mohd Zulkepli
5:43 pm
Muhd Andi Mohd Zulkepli
,
Nilai Sejarah...Sejarah Yang Terkesamping
,
Puisi
,
Sajak
,
Singapura
0 comments
kalau kau nak bilang salah anak-anak kita nanti
sebab mereka tak kenal sejarah, tak kenal tempat, tak kenal keadaan
kau harus lihat dulu pembangunan macam mana yang dilakukan pemimpin kita
kalau habis lenyap tempat-tempat bersejarah kita,
apa lagi yang boleh kita ceritakan dalam sejarah sejarah kita?
apalah sangat yang boleh kita banggakan dengan tapak sejarah (dan bakal-bakal tapak sejarah) kita
kalau semuanya dibina dan dinilai dengan pandangan material
getar rindu, irama nostalgik, canang sentimental
tak lagi bernilai
dipukul ombak rakus pembangunan yang...hanya merupakan mitos
dan tempat kita
keberadaan kita
sudah tak perlu diambil pusing lagi, begitukah?
dan...anak-anak kita nanti
hanya boleh terus sibuk dengan produk-produk konsumen terkini
tercanggih
terbilang
termahal
terbaik
dalam segala bentuk dalam segala bidang hidup ini
dan hanya itulah yang menjadi bikin pusing otak
dan bukan lagi alam dan tapak huni
dan bukan pada rupa alami, apatah lagi makna
dan segala kan menjadi begitu kabur
hingga hilang nanti makna diri
dan nanti,
terlahirlah zombi-zombi
yang paling menakutkan di muka bumi ini!
zombi-zombi tak berotak yang hanya mengikut aturan
dan zombi-zombi yang tak mampu membaca dan memahami
dalam ironis tahu baca, tahu hitung dan tahu mengaji!
Muhd Andi Mohd Zulkepli
Lemas oleh Muhd Andi Mohd Zulkepli
Ini fenomena
sudah lama terjadi
di kala berbondong-bondong tunduk sama mengiya menafi
walau seringkalinya otak mati katak mati kutu
tapi takpe, kata mereka
ini tarbiyah namanya
atau lebih menggilap ego dan rasa 'berkuasa'nya
atau mungkin saja yang lebih melucukan
"kami hanya sekadar membontot aja"
yang mana rasanya baik untuk kita, kita pilih dan ikut
yang mana rasanya boleh bawa nama dan bangga, kita jom serta
yang mana rasanya sedap buat santapan borjuisme diri, ya silakan pasti
yang penting
yang penting
dan yang penting,
diri sedap dan lena
biar nampak seolah melawan mengasak
atau mengamuk
atau saja sinis dan sinis semata
dan akhirnya, segalanya tunduk dan runtun di bawah dirinya
dan lemaslah jiwa walaupun berkuasa ke atas segalanya
nah, itu silapnya!
di saat jiwa telah bersemayam di atas segala isi dan empunya alam
di saat itulah hilangnya kebersamaan
dan untuk bersama segala isi dan empunya alam.
Muhd Andi Mohd Zulkepli