Wednesday, 15 October 2014
Ya, Saya oleh Effendi Yusop
Ya,
saya ada di sini
tiada tempat yang ingin ditujui
Walau sehebat mana dugaan
saya akan tetap menepati janji
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya masih di sini
lautan api tidak berani saya renangi
angin kencang meniup dengan berahi
flora dan fauna menyanyi nada sepi
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya tetap di sini
jauh di lubuk hati
harus berpijak di bumi yang nyata
agar tidak bersekang mata
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya tiada di sini
jauh pergi menemui Ilahi
semoga saya diberkati dan dilindungi
kepadaNya saya telah kembali
fikirkan... anak bangsa
Effendi Yusop
saya ada di sini
tiada tempat yang ingin ditujui
Walau sehebat mana dugaan
saya akan tetap menepati janji
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya masih di sini
lautan api tidak berani saya renangi
angin kencang meniup dengan berahi
flora dan fauna menyanyi nada sepi
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya tetap di sini
jauh di lubuk hati
harus berpijak di bumi yang nyata
agar tidak bersekang mata
fikirkan... anak bangsa
Ya,
saya tiada di sini
jauh pergi menemui Ilahi
semoga saya diberkati dan dilindungi
kepadaNya saya telah kembali
fikirkan... anak bangsa
Effendi Yusop
Tasbih Kasih oleh Patimah Jaludin
Kasihnya ibarat butir-butir tasbih
Terikat ibarat kalung mutiara
Yang dicucuk sebutir-sebutir dengan tangsi
Menjadi simbol pegangan hati.
Tasbih itu sentiasa di jari-jemari tangannya
Sambil menghitung menzikirkan kalimah-kalimah suci
Terkadang berkhayal seketika
Kerana terlalu asyik menghayati zikir.
Kasih!
Di mana untaian itu hendak diakhiri
Di mana butir-butir tasbih itu mengakhiri cinta kita
Di mana akan sudahnya simpulan yang disatukan itu
Kiranya diputuskan pasti bertaburan
Dan betapa sukarnya hendak dicantumkan semula
99 kalimah Allah itu
Patimah Jaludin
Tuesday, 16 September 2014
Awas Wahai Teman oleh Fadilah Abdul Malik
Awas wahai teman
Mitra sangkaanmu rupanya haiwan
Semanis madu bicaranya di depan
Walhal di belakang dirimu dihujani cacian
Awas wahai teman
Tingkahnya ibarat malaikat
Hakikatnya terselindung seribu muslihat
Berwaspada sebelum terjerat
Insya allah dirimu selamat
Awas wahai teman
Usah terpukau dek ukiran senyuman
Dialah syaitan berhijab insan
Parasit dunia ciptaan Tuhan
Awas wahai teman
Kononnya hadir untuk membantu
Hakikatnya dialah seteru
Menanti detik kejatuhanmu
Awas wahai teman
segera mengatur langkah waspada
Kepada Azza Wa Jalla kita menadah doa
Agar dilindungi dari kejahatan manusia
Fadilah Abdul Malik
Mitra sangkaanmu rupanya haiwan
Semanis madu bicaranya di depan
Walhal di belakang dirimu dihujani cacian
Awas wahai teman
Tingkahnya ibarat malaikat
Hakikatnya terselindung seribu muslihat
Berwaspada sebelum terjerat
Insya allah dirimu selamat
Awas wahai teman
Usah terpukau dek ukiran senyuman
Dialah syaitan berhijab insan
Parasit dunia ciptaan Tuhan
Awas wahai teman
Kononnya hadir untuk membantu
Hakikatnya dialah seteru
Menanti detik kejatuhanmu
Awas wahai teman
segera mengatur langkah waspada
Kepada Azza Wa Jalla kita menadah doa
Agar dilindungi dari kejahatan manusia
Fadilah Abdul Malik